Belum Pasti Positif Corona, PDP Asal Kecamatan Balen Meninggal Dunia

banner 300250

Bojonegoro, harianmerdekapost.com – Warga Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro yang sebelumnya dinyatakan pasien dalam pengawasan (PDP) Corona atau Covid-19, meninggal dunia di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Sabtu (28/3/2020) sekira pukul 07.00 Wib.

“Soal meninggalny PDP itu benar, tadi saya sudah ditelpon pegawai RSUD,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin, Minggu (28/3/2020).

banner 300250

banner 300250

Msirin belum bisa memastikan apakah korban, pasien berstatus PDP, itu meninggal positif corona.

“Sampai saat ini statusnya msih PDP, karena hasil swab masih dikrim ke Balitbang Kemenkes di Surabaya,” ujar pria yang menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Bojonegoro itu.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Bojonegoro dr. Wheny Wheny Dyah Prajanti, membenarkan jika pasien PDP Corona meninggal pagi ini di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. “

Sampai saat ini masih suspect, belum ditegakkan statusnya. Karena harus jalani cek laboratorium, tentunya butuh waktu dan proses,” ucapnya.

Diungkapkan, pasien tersebut tidak tertular dari wilayah Kabupaten Bojonegoro, tapi kemungkinan tertular saat bekerja di Surabaya. Sebab diketahui, Surabaya saat ini sudah masuk zona merah.

“Wilayah Surabaya sekarang ini masuk red zone, yakni infeksi penularan transmisi lokal dari orang ke orang. Ditambah gejala penyakit pasien itu sendiri,” ujarnya.

Korban sebelumnya menjalani perawatan di ruang isolasi khusus untuk PDP Corona pada Jumat (26/3/2020).

Korban sempat mendapatkan penanganan Intensif dan khusus. Status PDP yang ditetapkan Dinas Kesehatan Bojonegoro belum tentu positif corona.

Untuk memastikannya, harus menunggu swab tes terlebih dahulu. ampel yang diambil dari hidung maupun tenggorokan dikirim ke Surabaya, dan hasilnya baru keluar 5-6 hari.

Sementara itu, beredar kronologis sakit korban. Pada Sabtu 20 Maret 2020, korban merasa demam dan periksa ke mantri terdekat diberi obat dengan arahan dari mantri bila 4 hari masih panas agar cek laboratorium.

Kemudian pada Rabu, 25 Maret 2020, karena masih demam akhirnya Sdr dibawa ke klinik terdekat. Hasil cek laboratiriun Trombosit 146 rb, dan diopname di klinik dengan diagnosa Gejala DBD.

Waktu opname di klinik korban mengeluh batuk dan sedikit sesak. Pada Kamis malam 26 Maret 2020, dokter klinik visit dan korban dirujuk ke RSUD Sososoro Djatikoesoemo karena alat klinik tidak memadai.

Korban kemudian dirawat di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo di ruang isolasi dg ditambahi pemeriksaan Rontgen Thorax. Kemudian pada Sabtu 28 Maret 2020, Pukul 07.00 Wib, pasien gagal napas dan dinyatakan meninggal dunia di RSUD Dr Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Data Corona di Dinas Kesehatan Bojonegoro per 27 Maret 220, jumlah PDP di Bojonegoro sebanyak satu orang dan meninggal dunia hari ini.

Sementara jumlah orang dalam pantauan (ODP) sebanyak 40 orang. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya 37 ODP. (Jurnalis abq n team )

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed