Bangunan Jaringan Irigasi DPUTR Lumajang, Diduga Asal Jadi

banner 300250

Harianmerdekapost.com Lumajang Jawa Timur – Pembangunan rehabilitasi irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Bidang Sumberdaya Air Kabupaten Lumajang ada 37 paket dalam tahun ini diawal tahun 2022. Pemerintah bertujuan untuk melayani masyarakat dengan rehabilitasi sarana dan prasana irigasi.

Namun dalam proses pelaksanaan yang di kerjakan oleh rekanan CV Kali Mujur dengan anggaran Rp 175 815 000, (seratus tujuh puluh lima juta delapan ratus lima belas ribu rupiah) yang didapat melalui penunjukan langsung, lokasi bangunan bertempat di aliran sungai selokambang khususnya Jl Semeru Desa Klanting Kecamatan Sukodono terkesan asal jadi , pasalnya pada saat awak media merdekapost.com ke lokasi pembangunan ada dugaan kesengajaan dalam pelaksanaannya dan banyak kejanggalan serta ketidak sesuaian pelaksanan bangunan irigasi di antaranya tidak adanya pondasi bangunan, campuran semen dan pasir diduga tidak sesuai RAB, serta tidak adanya bak ukurnya.

banner 300250

banner 300250

SD Initial salah satu tukang bangunan yang ada di tempat mengatakan bahwa campuran yang penting bagus dan pasir yang di pakai tidak cocok, bahkan pengawas konsultan jarang hadir di pelaksanaan bangunan tersebut.

” ini di karenakan pasirnya mas, tidak cocok dan tidak lengket dengan semennya, kalau saya di suruh begini ya begini, yang penting bagus , pengawas dinas mbak Oktaviani, kalau konsultan pengawas jarang ke sini kalau nggak salah orang Situbondo apa Bondowoso gitu,’ jelasnya

Kabid Sumberdaya Air PUTR Kabupaten Lumajang Hari Sudjoko, tanggal 2 April 2022 saat di klarifikasi via pesan singkat terkait dugaan bangunan asal jadi dan adanya ketidak sesuaian campuran media bangunan irigasi yang di kerjakan oleh CV Kali Mujur, mengucapkan terima kasih kepada awak media atas kerjasamanya dan akan memberi peringatan kepada rekanan untuk perbaikan, Namun tanggal 5 April 2022 saat awak media mendatangi lagi pelaksanan rehabilitasi irigasi, keadaan bukan tambah baik melainkan banyak kemunduran dan ketidak sesuaian campuran pasir dan semen. Kabid SDA menjelaskan juga sudah memberikan peringatan kepada rekanan tersebut

” Ok trima kasih info dan kerja sama nya mas , segera kita ingat kan rekanan nya untuk perbaikan”, singkatnya pada tgl 2 April 2022.

Arsyad Subekti, Ketua Bidang Investigasi dan Bantuan Hukum DPC KPI (Konggres Pemuda Indonesia), yang selalu mengkritik keras kepada pembangunan Kota Lumajang khususnya, mengatakan seharusnya pembangunan tersebut di awasi oleh pengawas dari dinas ataupun konsultan pengawas, Campuran media pasangan batu semen dan pasir sangat tidak sesuai.

” Ini akibat Minimnya pengawasan, seharusnya pelaksanan tersebut di awasi oleh pengawas dari dinas ataupun konsultan pengawas , sangat di sayangkan pelaksanaan pembangunan tersebut tidak sesuai sekali, seperti bangunan asal jadi dan campuran media pasangan masih terlihat pasirnya dan semennya hampir tidak ada, kami berharap ini di bongkar dan di perbaiki apabila tidak di perbaiki akan kami laporkan kepada pihak pihak yang berwenang”, jelasnya.(AN).

WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x
WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14
WhatsApp-Image-2022-04-27-at-14.44.45-1-1x WhatsApp Image 2022-04-30 at 21.14


News Feed