oleh

Bagaimana Impor dan Ekspor di masa Pandemi Berlanjut ?

Maulidina Laelatul Luqma
Jurusan : Ekonomi Pembangunan

Harianmerdekapost.com- Tahun 2020 adalah tahun dimana Indonesia atau bahkan dunia mengalami penurunan kegiatan sosial, dikarenakan pandemi covid-19. Hampir semua kegiatan sosial terhambat atau bahkan matitotal, demikian pun dengan sektor ekonomi dunia. Hal ini menyebabkan banyak kerugian dan keterhambatan kegiatan ekonomi. Beberapa perusahaan di Indonesia sempat mengeluhkan karena dilarang mengeluarkan barang (ekspor) maupun pemasukan barang (impor). Sehingga keadaan perusahaan yang bergantung pada billateral dengan perusahaan di inonesiaterhambat dengan perdagangan Internasionalnya.

Virus Corona (covid-19) yang semakin menyebar memberikan dampak perlahan tapi pasti, terutama pada perekonomian Indonesia. Sadar bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi sebagian besar oleh sektor konsumsi, pemerintah akan terus melakukan percepatan belanja kementerian dan lembaga dikuartalI 2020.Hal ini juga sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk membelanjakan anggaran dalam mengantisipasi Virus Corona yang mungkin akan menggerus konsumsi awal tahunini.

Banyak pertimbangan ketika pandemi datang, dan pastinya juga banyak kebijakan- kebijakan baru yang bermunculan, hal ini bukan hanya menjadi “PR” untuk pemerintah tetapi juga sebagai masyarakat pun kita harus mengimbangi dan menaati protokol yang ada. Covid-19 bahkan membuat hampir seluruh belahan dunia tidak tenang, apalagi untuk negara berkembang seperti Indonesia yang penduduknya tidak sedikit. Banyak muncul pertanyaan masyarakat, lalu apa peran pemerintah? Kebijakan apa yang harus diambil agar masalah pada sektor ekonomi tidak semakin memburuk dan ekspor impor tetap berjalan.

Ekspor impor akan tetap berjalan, karena kita ataupun negara pemasok pasti akan saling membutuhkan, pada tahun 2020 lalu kemendag melakukan hal berikut untuk mendongkrak ekspor di masa pandemi

Strategi peningkatan ekspor yang dilakukan kemendag saat itu yang pertama adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ekspor yang bisa dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, coaching program, pengembangan kurikulum dan metode diklat, promosi dan kerjasama diklat ekspor,” kata Agus dalam High Impact Seminar dan Kick Off Program BI Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Minggu(30/8/2020).

Kedua, pengembangan pasar dan informasi ekspor dengan cara menyebarkan informasi pasar ekspor, penyusunan data dan informasi ekspor, maupun pelayanan terhadap pelakuusaha, serta pembuatan aplikasi digital marketing.

Ketiga, pengembangan produk ekspor dengan meningkatkan peran Indonesia Design Development Center (IDDC), pengembangan merek produk ekspor, dan diperlukan senter mengembangkan produk ekspor, jasa serta ekonomi kreatif.

Selanjutnya, strategi keempat yakni pengembangan promosi dan Citra, yang terdiri dari promosi dagang luar negeri misi dagang dan pameran, promosi produk potensi ekspor, dan pencitraan produk ekspor.

“Kelima, kerjasama pengembangan ekspor sektor-sektor strategis serta pemanfaatan perdagangan jasa, aktivasi Kerjasama pengembangan ekspor,”ujarnya.

Keenam, perwakilan perdagangan atase perdagangan (ATDAG) maupun Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dapat turut berkontribusi dengan laporan peluang pasar promosi dagang, serta komunikasi dengan instansi K/L terkait di negara akreditasi, serta asosiasi maupun pelaku usaha.

“Yang terakhir adalah dengan dukungan penyediaan modal kerja bagi UKM siap melakukan ekspor, dengan menginisiasi insentif fiskal bagi usaha skala menengah yang akan melakukan kegiatan ekspormelalui pengalokasian dana PKE yang disalurkan melalui LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia),” pungkasnya.

Bagaimana denga 2021? Bagaiman nasib ekspor dan impor? Apakah perdagangan internasional tetap berjalan sebagaimana biasanya?

Di tahun 2021 kemendag optimis untuk meningkatkan ekspor dan mengelola impor. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memperkirakan negara-negara yang telah memulai vaksinasi bisa mulai pulih pada kuartal I dan II 2021. Sementara negara berkembang akan mulai membaik perekonomiannya pada penghujung 2021.

“Kalau kita lihat, negara maju yang menjadi destinasi ekspor utama seperti China, AS, dan Eropa mulai menuju normal antara akhir kuartal I dan II tahun ini. Sementara negara berkembang dan kelas menengah di kuartal III dan IV,” katanya.

Yang menjadi tujuan saat ini adalah perekonomian dunia terutama indonesia akan pulih, pasti ada beberapa hambatan tetapi pemerintah ataupun semua UMKM berharap besar ekspor dan impor tetap berjalan meskipun dengan kondisi seperti ini. :

(Maulidina Laelatul Luqma)

WhatsApp Image 2021-02-26 at 08.31.53
iklan 19-02-2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed