oleh

BADAN HUKUM SRIGALA BERBULU DOMBA

banner 300250

Harianmerdekapost.com, Yayasan diatur oleh UU No. 28 tahun 2004 di Pasal 1 menyebutkan
*Yayasan adalah badan hukum yang kekayaannya dipisahkan dan diperuntukan untuk bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan*.

Menurut UU No 28 tahu 2004 yaitu tentang Perubahan Atas UU 16 tahun 2001 tentang Yayasan, *memiliki tujuan untuk lebih menjamin kepastian dan ketertiban hukum, serta memberikan pemahaman yang benar pada masyarakat mengenai Yayasan*.

Yayasan didirikan berperan membantu orang lain atau golongan tertentu, di bidang keagamaan, sosial, maupun kemanusiaan.

*Yayasan dapat membantu baik dari segi perekonomian ataupun dalam kelembagaan*.

Yayasan tidak mempunyai keanggotaan, namun terdiri dari tiga Organ pengendali yaitu pembina, Pengurus dan Pengawas. Selebihnya adalah Pekerja Yayasan.

*Undang-undang memerintahkan untuk mencapai tujuan, hanya pada sektor di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan; wajib mencantumkan maksud dan tujuan tersebut di dalam anggaran dasar yayasan*.

Yayasan merupakan Badan Hukum Non Provit. Dapat mendirikan Badan hukum Provit sebagai bagian dari Usaha Yayasan memperkuat kemampuan membiayai operasionalnya dan harus selaras dengan tujuan Yayasan.

*Dapat melakukan penyertaan modal prospektif ke Badan Usaha Provit Taking, namun dibatasi hanya 25% selebihnya tidak boleh, dan tidak boleh Pengurus Yayasan menjadi Dewan Komisaris, Dewan Direksi atau Pengawas atau Pengurus sebuah Badan Usaha Provit Oriented [ PT )*

Dengan demikian maka yayasan tidak dapat didirikan dengan maksud dan tujuan selain dari tujuan sosial, keagamaan dan kemanusiaan.

*Tujuan Mulya dari Badan Hukum NON PROVIT yang dilindungi Negara dan bagian dari manifestasi rasa kasih sayang pada sesama, akibat dari perubahan karakter Manusia menjadi sifat Hewan yang pandai mengotak atik pikiran [ Homo Sapiens], menjadi hewan yang ingin memajukan ekonominya [ Homo ekonomikus], dan Menjadi Hewan yang buas [ Homo Homoni Lupus], badan hukum YAYASAN DAPAT MENJADI BADAN HUKUM YANG DIJADIKAN ALAT MEMPERKAYA DIRI SENDIRI ATAU KELOMPOK ORANG*, menjadi *YAYASAN SRIGALA BERBULU DOMBA*.

Demikian juga KOPERASI, yang tujuannya mensejahterakan anggotanya, rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi, *namun akibat ulah Oknum Birokrasi yang Brengsek dan Obligor Ekonomi Jahat, menjadi BADAN HUKUM bukan mensejahterahkan anggotanya tapi di duga MEPERKAYA DAN MENSEJATERAHKAN PARA RENTENIR*

Kasus ACT [ Yayasan Kemanusiaan AKSI CEPAT TANGGAP] yang di blow up oleh Tempo, menjadikan terhenyak semua Donatur, sebagai sumber dana yang iklas memberikan sebagian hartanya untuk sesama, *ternyata di duga dikelolah seperti Industrialisasi, menggunakan istilah jabatan seperti di perusahaan, yaitu jabatan President Direktur, Direktur, Manager, Superentendent, Supervisor dll, remunerasi setingkat Perusahaan Multi Nasional, di duga semata untuk menguntungkan Oknum Oknum tertentu sebagai pengeolahnya.

Tersebut dugaan dalam remunerasinya ada yang Rp. 250 juta perbulan, Rp.150 juta, Rp.100 juta dan berkendaraan Alpart.

Amal Sholeh seperti apa jika seperti tersebut di atas terjadi, apakah tidak CENDRUNG AMAL SALAH, dan bukan cendrung PENGHUNI SYURGA namun bisa jadi cendrung PENGHUNI NERAKA.

Demikian juga diduga sebagian KOPERASI, diduga ada rapat anggota hanya sulapan, banyak orang dimintai KTPNya, didaftar sebagai anggota, namun sebenarnya *hanya pekerja, atau diduga nasaba bank titil/bank harian, seakan akan dijadikan ANGGOTA KOPERASI, hanya untuk memenuhi administrasi saja, dan mereka tidak pernah merasakan pembagian dari SHU [ Sisa Hasil Usaha*] pada akhirnya *dapat diduga bukan untuk mensejahterakan namun cendrung memiskinkan, dengan bunga tinggi mencekik leher*.

Lembaga Sosial menjadi *Lembaga Kumpulan Srigala*, atau koperasi menjadi *obyek memperkaya para Rentenir*, diduga terjadi hal demikian itu karena *OKNUM dari Dinas Koperasi atau Pengawas dari Pemerintah BRENGSEK*, tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan TUPOKSINYA atau sesuai dengan PERINTAH UNDANG UNDANG terkait.

Dapat diduga BADAN HUKUM SOSIAL [ NON PROVIT] dan KOPERASI, *DAPAT MENJADI BADAN HUKUM SRIGALA BERBULU DOMBA* terjadi *diduga bersumber dari kerjasama Oknum BIROKRAT YANG BRENGSEK*

šŸ™šŸ™