oleh

Antisipasi Lonjakan Covid 19 di Area Polsek Arosbaya sosialisasi Dengan keliling

Harianmerdekapost.com,- Bangkalan madura jatim,-Satgas covid-19 Kecamatan Arosbaya memberikan himbauan kepada masyarakat Arosbaya untuk tidak keluar dari rumah dan tidak melakukan perjalanan ke Surabaya demi untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19, ( 07/06/2021 )

Para Satgas covid-19 Kecamatan Arosbaya menegaskan kepada masyarakat Arosbaya bahwa wilayahnya sudah memasuki zona merah, karena sudah dibuktikan dengan banyaknya warga yang meninggal dunia akibat covid-19

Sementara menurut keterangan warga arosbaya yang tidak mau disebut namanya, Setelah dikonfirmasi oleh awak media HMP menjelaska dan “mohon doa, kondisi sangat parah disini, Dimana warga yang meninggal akibat Covid 19 sangat siknivikan  bahkan hanya berjarak satu jam. Hampir setiap hari terdapat warga meninggal. Untuk kemarin saja korban jiwa menyentuh angka 16 orang terhitung sampai subuh.

Kejadian ini terjadi di daerah arosbaya, sekali lagi mohon sambung do’a untuk saudara kita agar kondisi kembali seperti semula. Tuturnya

Sementara menurut keteranga yang di disampaikan Gubernur Khofifah, informasi dari Walikota Surabaya serta tim yang bertugas di lapangan hari ini dari 2.401 swab antigen secara acak ditemukan 70 orang reaktif, dan 17 orang terkonfirmasi positif covid-19 dan langsung dirujuk ke RS Darurat Lapangan dan RS Haji Surabaya.

“Mobilitas antara Surabaya dan Madura di Jembatan Suramadu ini kan tinggi sekali, Pemprov bersama Pemkot Surabaya sepakat agar diterapkan screening swab antigen acak. Karena Surabaya ibu kota provinsi, sehingga potensi interaksi akan lebih tinggi dangan kabupaten kota lainnya. Maka kita mencegah adanya lonjakan yang lebih tinggi dengan swab antigen drive through ini.

Untuk itu, saat ini Pemprov Jatim menyiapkan tempat transit bagi masyarakat yang terdeteksi reaktif covid-19 setelah di swab antigen di Suramadu. Untuk Surabaya, tempat transit yang disiapkan adalah di halaman BPWS. Pemprov Jatim telah mendapatkan izin dan persetujuan penggunaan kantor tersebut dari Kementerian PUPR untuk tempat transit tersebut.

Dengan begitu, mereka yang terdeteksi reaktif dalam screening dan kondisinya tanpa gejala atau gejala ringan sampai sedang, akan dilakukan perawatan dan isolasi di RS Darurat Indrapura. Sedangkan yang ada gejala sedang sampai berat akan dirujuk ke RS dr Soetomo atau rumah sakit rujukan terdekat lainnya.

“Screening ini dilakukan bersama Pemkot Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Korem Bhaskara Jaya. Pemprov bersama Kodam dan Polda akan sinergi nenangani hal ini. Oleh sebab itu, jika ada yang perjalanannya terganggu kami memohon maaf. Namun yang harus kita ingat bersama, ini semua kita lakukan demi kebaikan dan keselamatan bersama ,” pungkas Gubernur Khofifah. (HMP/RED,RAHEM/ISMAIL)

IMG-20210616-WA0011 (1)

News Feed