oleh

AKTIVITAS KEGIATAN KLINIK BUNDA OFFSIDE MELAMPAUI ATURAN

Banyuwangi, harianmerdekapost.com Sebuah klinik di kota Banyuwangi di duga telah melakukan kegiatan operasi caesar terhadap beberapa pasien nya,padahal jika mengacu Pasal 34 ayat (1) Permenkes 9/2014 di sebutkan bahwa sebuah klinik,baik klinik pratama maupun klinik utama di larang untuk melakukan anastesi umum dengan inhalasi maupun spinal.

Hal senada,Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Kurniyanto ketika di konfirmasi menyatakan jika sebuah klinik,baik klinik pratama maupun klinik utama tidak di perbolehkan melakukan anestesi umum.

“Untuk kegiatan klinik,baik klinik pratama maupun klinik utama itu sudah jelas,salah satu nya tidak boleh melakukan anestesi umum atau anestesi spinal,namun bukan berarti tidak boleh melakukan tindakan bedah,namun jika yang di tanyakan adalah operasi caesar itu memerlukan anastesi spinal,artinya klinik tersebut kita bisa terjemahkan sendiri” Beber nya. dr.Kurniyanto menambahkan jika pihak nya saat ini sudah memberikan sanksi berupa teguran.

“Berkat laporan dari masyarakat dan setelah kita lakukan kroscek di lapangan pihak kami sudah memberikan sanksi berupa teguran dan evaluasi” Imbuhnya.

Sementara itu,kuasa hukum klinik bunda F. Uyun Sadewa SH menyatakan jika pihak nya telah mengantongi izin untuk melakukan sebuah pembedahan termasuk operasi caesar yang notabene memerlukan anastesi spinal.
“Karena izin awal kita ini bukan klinik melainkan sebuah rumah sakit” Kilah nya.

Namun ketika di tanya keberadaan izin tersebut,pihak klinik melalui kuasa hukumnya menyatakan jika izin tersebut masih akan di urus. “Jadi,klinik ini dulunya rumah sakit,lalu berganti klinik dan sekarang akan di jadikan rumah sakit kembali ”

Namun informasi dari pihak dinas kesehatan yang disampaikan jumat (09/10/2020) belum ada satupun permohonan ijin perubahan ataupun ijin baru pendirian rumah sakit masuk di data Dinas Kesehatan Banyuwangi ucap dr. Kurniyanto selaku Kabid Yankes

M Yunus Wahyudi,Aktivis anti masker Banyuwangi ikut hadir di lokasi klinik yang duduk di sebelah F. Uyun Sadewo, SH membenarkan jika perizinan klinik tersebut (akan) di urus oleh nya.

“Saya yang mau ngurus perizinan klinik ini,jika anda mau bertanya lebih jauh silahkan tanya sama pemerintah daerah selaku pemberi izin” Ucap Sang Harimau Blambangan kepada Agus M. Saputra selaku ketua Ormas Laskar Nusantara

Namun,keterangan keduanya menjadi kontroversi,mengingat Dinas Kesehatan Banyuwangi menegaskan jika pengurusan izin tempat pelayanan kesehatan tidak dapat di urus melalui sembarang orang.

Untuk di ketahui,terbongkarnya dugaan praktik melanggar hukum ini berawal dari kroscek yang di lakukan oleh Ketua Ormas Laskar Nusantara Banyuwangi, Agus M. Saputra langsung di lapangan atas laporan dari masyarakat menyayangkan atas temuan ini, karena ini menyangkut pelayanan masyarakat. ” Klinik ini sudah beroperasi lama, dan kenapa seolah ada pembiaran baik dari Pemerintah daerah ataupun dari pihak terkait penegak hukum di Banyuwangi, belum lagi kita menyentuh masalah lain tenaga medis,penanggung jawab klinik serta pengolaan IPAL nya, ada apa? ” Begitu pungkasnya.

(DW)

WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
Untitlesd-1
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed