AKHIRNYA SALAH SATU SANTRI DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA KASUS TERBAKARNYA SEORANG SANTRI

Harianmerdekapost.com, Pasuruan, Jawa Timur – Setelah beberapa saksi diperiksa, dalam kasus terbakarnya santri dipondok pesantren, Dusun Sangarejo Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan-Kabupaten Pasuruan. Dari hasil pemeriksaan tersebut Polres Pasuruan akhirnya menetapkan salah satu santri yang diduga membakar santri lainnya sebagai tersangka.

Aiptu Nidhom, menunjukkan barang bukti botol yang diisi pertalite

 

Aiptu M. Nidhom, Kanit Perlidungan Perempuan dan Anak Polres Pasuruan mengatakan, MHM (16), santri yang diduga membakar INF (13) korban, ditetapkan sebagai tersangka. Walaupun kejadian ini tidak ada kesengajaan namun sudah ada jatuh korban. Yang saat ini masih dirawat di rumah sakit, untuk korban luka bakar yang ditimbulkan akibat kebakaran ditubuhnya mencapai 63%.

Dan selanjutnya tersangka akan di masukkan tahanan selama 7 (tujuh) hari kedepan untuk melengkapi pemberkasan, atas perbuatan tersebut tersangka bisa dijerat pasal 80 undang undang RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan undang-undang RI no 3 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya bisa sampai 5 tahun. Karena tersangka masih dibawah umur, penahanannya juga beda ,ada perlakuan khusus. (03-01-2022)

Juga karena masih dibawah umur baik tersangka maupun korban akan mendapat pendampingan psikologi ataupun yang diperlukan . Dalam hal ini kita sudah melakukan konsolidasi dengan dinas terkait untuk bisa melakukan perlindungan terhadap mental dan psycologi mereka… tambah Aiptu Nidhom

Di waktu lain saat dihubungi awak media lewat ponselnya dr. Ugik selaku sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) melalui telpon selulernya menjelaskan, kami akan melakukan pendampingan dan pemulihan traumatik healingnya. Sehingga diharapkan nantinya bisa mempunyai rasa percaya diri kembali dilingkungan keluarga maupun masyarakat.
Karena peristiwa seperti ini akan menimbulkan traumatik yang sangat mendalam, baik tersangka maupun korban. Namun saat ini kita belum bisa menemui korban yang ada dirumah sakit karena masih di isolasi. Perawatan luka bakarnya yang parah butuh perawatan intensif jadi kita belum bisa menjenguk korban secara langsung. Sedangkan untuk pelaku kita masih kordinasi dengan kepolisian ..izz