oleh

Akademisi UNIKI Narasumber Diklat Khusus Profesi Advokat yang digelar KAI Aceh

Harianmerdekapost.comAceh.


Dalam era globalisasi saat ini, ikut berdampak pula pada profesionalisme advokat. Karena mereka dituntut harus cepat dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Disamping harapan masyarakat Advokat dalam membantu masalah hukum , harus menunjukkan profesinya yang handal, bermutu dan professional guna dapat membantu seluruh lapisan masyarakat dalam menyelesaikan persoalanan hukum.
Menindaklanjuti hal tersebut,

Konfederasi Advokat Indonesia (KAI) DPD Aceh menggelar Diklat khusus Profesi Advokat. Kegiatan ini di ikuti oleh 20 peserta di Wisma Bireuen Jaya, Kabupaten Bireuen tanggal 29 Maret sampai 2 April 2021 mendatang.

Demikian informasi yang diterima media media ini dari Ketua Panitia Diklat, M. Iqbal, L.c., M/A.

Diklat ini selaian diisi oleh narasumber profesional dari advokat senior, juga mengikutsertakan akademisi dari Fakultas Hukum dan Syariah Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), yakni Dekan FHS UNIKI, Dr. T. Rasyidin, S.Hi, M.H dan dosen UNIKI, Rifqi, SH., M.Kn.

Ketua KAI DPD Aceh, M. Ali Ahmad, S.H menyatakan tuntutan zamannya saat ini, harus dapat disikapi juga oleh advokat kita di Aceh. Mereka tersebut harus profesionalitas baik keilmuan dan kepiawaiannya di bidang hukum – untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menunjang profesinya.
Hal ini juga diutarakan oleh Rifqi, SH., M.Kn salah seorang narasumber Diklat. Para advokat kita di Aceh, juga harus menyesuaikan dengan perkembangan dunia dan kebutuhan masyarakat akan sebagai pengguna advokat, untuk membantu dalam kasus hokum.

Maka, saya rasa sudah tepat jika KAI Aceh melaksanakan Diklat Profesi Advokat ini, sebagai amanah dari ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat untuk membekali para advokat akan ilmu dan informasi terkini berkaitan dengan dunia penanganan hukum. Disamping sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas calon advokat yang berdedikasi tinggi, profesional, dan memenuhi kualifikasi sebagai Advokat, ujar Rifqi.

Rifqi menjelaskan, KAI adalah organisasi Advokat berbadan hukum yang dibentuk melalui Kongres Nasional pada tanggal 30 – 31 Mei 2008, dimotori oleh Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution, dengan dukungan lebih dari 3000 Advokat dari seluruh Indonesia. Dan di Aceh sudah berdiri pemgurus DPD Aceh, dengan macam program untuk meningkatkan kualitas advokat, tutup Rifqi.

Hal senada juga disampaikan Dr. T. Rasyidin, M.H yang merupakan narasumber utama dalam Diklat tersebut. Rasyidin menyatakan, sangat penting kita terus membekali perkembangan ilmu dan praktik hokum dengan regulasi yang bergulir terus menerus di Negara kita ini. Juga makin banyaknya kasus hokum dari segala pendekatan aspek kehidupan yang mulai marak. Dan itu harus dihadapi dan diselesaikan oleh sebagian tugas yang melekat pada advokat kita.

Karenanya, sebut dosen Tata negera UNIKI ini, salah satu program untuk itu dialkukan Diklat ini. Disinilah para avkota dapat bertukar fikiran sambil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan keahlian di bidang hukum khususnya sebagai profesi advokat.

Dr. Rasyidin berharap, para peserta yang telah mengikuti program diklat selama lima hari ini, diharapkan dapat menjadi calon advokat yang dapat menerapkan ilmu hukum dan memiliki kualitas kepribadian dan ketaatan pada kode etik profesi advokat. Juga akhirnya, para advokat kita ini memiliki keahlian dalam bidang pembuatan pendapat hukum (Legal Opinion), pembuatan kontrak, negosiasi yang dibutuhkan oleh masyarakat luas, tutup Rasyidin. (Konedi)

WhatsApp Image 2021-04-14 at 21.24.10
iklan 11 april 2021
WhatsApp Image 2021-04-05 at 17.13.30 (1)

News Feed