oleh

Abaikan Prokes, Kades Pamoroh Kadur di Duga Melanggar Sejumlah Aturan Pemerintah

Pamekasan, harianmerdekapost.com – Pemerintah Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan diketahui telah melanggar Protokol Kesehatan, Kamis, (15/10/2020).

Hal ini terbukti Pada Hari Rabu (14/10/2020) saat pendistribusian Bantuan Sosial dari Pemerintah Kepala Desa Pamoroh Abd Muni sebagai orang nomor satu dalam tim satgas covid 19 di Desanya telah mengabaikan himbauan pemerintah dan protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker sebagai pelindung diri dan orang lain.

Tidak hanya itu tampak dilokasi msyarakat tidak menjaga jarak dan berkerumun, sehingga kondisi ini mengancam keselamatan masyarakat dan berpotensi penyebaran covid 19 semakin tinggi.

Padahal, di Balai Desa setempat tempat pendistribusian berlangsung sudah tampak terpampang dengan jelas sebuah banner berukuran besar bertuliskan “POSKO PENCEGAHAN & PENANGANAN COVID 19 DESA PAMOROH” Hal ini tidak berbanding lurus dengan implementasi yang sebenarnya

Tidak hanya Kepala Desa, tampak sejumlah petugas berseragam putih juga terlihat tidak menggunakan masker.

Seperti diketahui, Pemerintah telah berupaya untuk memutus matarantai penyebaran covid 19, Namun melihat situasi saat pendistribusian bansos di Desa Pamoroh instruksi pemerintah terkesan diabaikan.

Di kecamatan Kadur, Kapolsek Kadur dalam setiap kesempatan telah mewanti-wanti kepada masyarakat agar selalu mematuhi anjuran dan instruksi pemerintah dengan taat pada protokol kesehatan, namun hal itu terkesan menjadi formalitas semata saat pelanggaran tersebut dilakukan oleh oknum Kepala Desa.

Menanggapi hal tersebut, Ach Yanto pemuda asal Desa setempat menyayangkan kejadian tersebut, menurutnya, Kepala Desa harus memberikan contoh yang baik, apalagi saat pandemi covid 19 seperti saat ini.

Lebih lanjut Yanto berharap, kejadian tersebut tidak ditiru oleh desa lain, dan tidak terulang lagi dikemudian hari.

“Loh, bukankah Pak Kapolsek sudah berkali-kali menghimbau kepada seluruh masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, ini kok malah diabikan,” ujar Yanto kesal.

Lebih lanjut Ach Yanto sebagai Ketua DPD Pemuda LIRA Pamekasan memaparkan, bahwa Kepala Desa telah melabrak aturan sebagaimana termaktub di sejumlah selebaran.

“Lha siapapun itu orangnya, itu jelas telah melabrak aturan sebagaimana telah termaktub dalam Inpres No 6 Tahun 2020, Perda Jatim no 2 th 2020, Pergup Jatim no 53 Tahun 2020, Perbup Pamekasan no 50 tahun 2020 dan surat telegram Polda Jatim no: STR/ 921/IX/OPS.2./2020 Tanggal 5 September 2020 dalam rangka menindak lanjuti direktif wakapolri dan kapolda jatim tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan untuk pencegahan dan pngendalian covid 19,” Ungkap Ach Yanto

Pihaknya berharap, hukum harus tetap ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Siapapun yang telah melanggar ketentuan tersebut, maka jelas ada konsekwensi hukumnya, kami harap pihak berwajib segera lakukan langkah-langkah terkait pelanggaran ini, agar hukum tidak terkesan hanya sebatas formalitas saja,” Tutupnya (HMP/Sid/Red)

Untitled-1
Untitled-1
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59
WhatsApp Image 2020-10-12 at 21.14.59 (1)
WhatsApp Image 2020-10-13 at 14.18.12
WhatsApp Image 2020-09-30 at 06.08.24
WhatsApp Image 2020-09-28 at 08.08.0

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed