oleh

Sistem Pembayaran Dari Masa Ke Masa Hingga Era Digital

Harianmerdekpost.com – Sistem pembayaran atau yang biasa disebut dengan sebagai alat pembayaran yang sah digunakan untuk kegiatan transaksi. Alat pembayaran yang sah sendiri disini memilki dua makna yaitu dijamin oleh negara dan juga diterima oleh masyarakat. Sistem Pembayaran di Indonesia sendiri juga mengalami perkembangan dari masa ke masa yang awalnya dimulai dari masa Prasejarah hingga masa modern yang sekarang ini dimulai dari sistem pembayaran zaman prasejarah hingga pada zaman era digital.

Sistem pembayaran zaman Prasejarah.

sebelum adanya uang sekarang ini pada zaman dahulu transaksi menggunakan seperti barang-barang yang dianggap memiliki nilai seperti contohnya emas, kulit hewan, daging atau bahan-bahan pokok lainnya selain itu pada zaman dahulu sebelum adanya mata uang transaksi dilakukan menggunakan sistem Barter. Sistem barter pada masanya dulu dilakukan dengan cara menukarkan barang satu dengan yang lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu pada zaman ditemukanannya mata uang system barter dianggap efektif dalam memenuhi kebutuhan masing-masing. Akan tetapi cara ini lama kelamaan ditinggalkan dikarenakan nilainya tidak dapat ditentukan dan juga tidak seimbang dengan apa yang ditukarkan.

Ditemukannya Mata Uang Logam.
Ditemukannya mata uang logam pertama kali adalah pada abad ke tujuh sebelum masehi, sedangkan di Indonesia sendiri menggunakan uang logam pada kisaran tahun 800-1600 pada zaman Belanda yang masih menjajah Negara Indonesia. Belanda mengeluarkan mata Uang logam mulai dari tahun 1700an hingga terkahir pada tahu 1945. Setelah Negara kita merdeka Pemerintah Indonesia menerbitkan mata uang logam sendiri pada tahu 1951 dan 1952. Keberadaan mata uang logam dianggap efektif karena nilai nominalnya dapat ditentukan daripada menggunakan sistem barter pada saat itu. Kelebihan lain dari mata uang logam yaitu mata uang logam sangat sulit untuk dipalsukan. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya zaman, transaksi yang dilakukan semakin luas sehingga membutuhkan cukup banyak mata uang logam yang digunakan sehingga butuh banyak logam yang dibutuhkan sebagai bahan baku pembuatan mata uang logam namun seperti yang kita ketahui bahwa jumlah logam sendiri itu terbatas. Kekurangan lain dari mata uang logam ini adalah nilainya yang kecil sehingga untuk saat ini apabila dilakukan untuk kegiatan transaksi dalam jumlah besar sangat tidak efektif apabila kita harus membawa dalam jumlah yang banyak.

Mata Uang Kertas
Mata uang kertas hingga sampai saat ini kita gunakan sebagai alat transaksi dalam kegiatan sehari-hari ini muncul sekitar tahun 1783 yang dikeluarkan oleh pemerintah Belanda yang memilki nama surat kredit dari rijksdaalder sebelum pada akhirnya pada tahun 1827 menjadi uang kertas yang dikeluarkan oleh De Javasche Bank. Selain itu juga terdapat mata uang kertas pada zaman kolonial jepang pada tahun 1942 dan menjadi roepiah menjadi tahun 1943. Sedangkan pemerintah Indonesia resmi mengeluarkan mata uang kertas sendiri setelah merdeka pada tahun 1945 dua bulan setelah kemerdekaan dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI) kemudian diresmikan dan diedarkan pada tahun 1946. Kelebihan dari mata uang kertas disini adalah memilki nilai yang besar dari pada mata uang logam sehingga lebih efektif dalam digunakan dalam kegiatan transaksi dan lebih praktis dari pada uang logam. Kekurangan dari mata uang kertas disini adalah mudah sobek dan sangat mudah untuk dipalsukan

Uang Elektronik
Seiring dengan berkembangnya zaman sistem pembayaran pun mengalami perkembangan tidak hanya barang-barang saja yang digital begitu pula dengan sistem pembayaran juga terdapat uang digital. Uang Eletronik atau yang biasa kita sebut dengan E-money mulai dikenalkan di Indonesia pada era akhir 90-an. Pada sekarang ini uang elektronik mempermudah kegiatan transaksi yang ada. Mengapa demiakan, dikarenakan pada sekarang ini jika kita ingin melakukan transaksi kita tidak perlu lagi repot-repot membawa uang tunai dengan menggunakan platform yang sudah banyak tersedia seperti halnya m-Bankin, Dana, Ovo dan lain sebagainya kita sudah dapat melakukan transaksi. Hal tersebut juga meminilimalisir kejahatan jika kita pergi kemana-mana sehingga tidak peru repot untuk membawa uang dalam jumlah banyak. Selain menjadi praktis dengan transaksi E-Money dianggap lebih menguntungkan, pada sekarang ini banyak sekali keuntungan-keuntungan yang di tawarkan oleh E-money seperti halnya banyak sekali diskon, potongan harga yang diberikan. Kelebihan lain dari penggunaan E-money adalah berapapun jumlah transaksi yang dilakukan menggunakan E-money pasti akan sesuai dan terpotong pada sesuai saldo yang digunakan meskipun jumlahnya tidak genap. Selain itu, jumlah transaksi yang digunakan menggunakan E-money atau uang digital pasti akan lebih mudah untuk dimonitor kapan saja dan dimana saja.

Kendala Penerapan E-money sekarang ini.
Akan tetapi dalam pelaksanaan sistem pembayaran digital di Indonesia pada saat ini masih memilki banyak kendala seperti masih maraknya pembobolan oleh hacker dimana sistem keamanan yang masih lemah, juga seperti yang kita ketahui penggunaan uang digital membutuhkan layanan internet namun di Indonesia sendiri masih sering kali kita temui di desa-desa terpencil susahnya untuk mendapatkan akses internet yang stabil, selain itu masih minimnya sarana dan prasarana yang ada. Oleh karena itu diharapkan kedepannya pemerintah membenahi lagi dalam sistem penerapan uang digital mengingat perkembangan zaman yang serba digital sekarang ini tentunya sistem pembayaranpun juga ikut mengalami perubahan tersebut menuju era yang lebih canggih lagi agar dalam pelakanaan nya dapat menyeluruh dengan baik..Anggun (penulis Dewi Sasmita, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis semester 4)

HMP RED

banner 300250

banner 300250

No Slide Found In Slider.

News Feed